Jakarta. Apple resmi memperkenalkan Apple Creator Studio, layanan langganan baru yang menyatukan berbagai aplikasi kreatif profesional Apple dalam satu paket. Layanan ini menjadi langkah lanjutan Apple dalam memperkuat bisnis layanan digital sekaligus menjawab kebutuhan kreator yang semakin bergantung pada banyak perangkat lunak dalam satu alur kerja.
Apple Creator Studio dirancang sebagai solusi terpadu bagi kreator konten yang bekerja di berbagai bidang. Mulai dari penyuntingan video, produksi musik, desain grafis, animasi, hingga pembuatan presentasi dan pengolahan dokumen kerja. Dengan satu langganan, pelanggan dapat mengakses seluruh aplikasi kreatif utama Apple di perangkat Mac dan iPad tanpa perlu membeli lisensi satu per satu.
Dalam paket Apple Creator Studio, Apple menyertakan enam aplikasi profesional yang selama ini dijual secara terpisah. Final Cut Pro hadir sebagai perangkat lunak penyuntingan video profesional yang telah lama digunakan oleh kreator konten dan industri kreatif. Logic Pro disertakan untuk kebutuhan produksi musik, perekaman audio, dan pengolahan suara. Pixelmator Pro digunakan untuk pengolahan gambar dan desain visual. Motion berfungsi sebagai alat pembuatan animasi dan efek visual. Compressor membantu proses pengelolaan, konversi, dan optimalisasi file video. Sementara itu, MainStage melengkapi paket ini untuk kebutuhan pertunjukan musik dan produksi audio secara langsung.
Selain aplikasi profesional, Apple Creator Studio juga mencakup aplikasi produktivitas Apple seperti Keynote, Pages, dan Numbers. Aplikasi ini memang sudah tersedia secara gratis di perangkat Apple. Namun, dalam paket langganan, Apple menyediakan fitur tambahan serta integrasi yang lebih luas dalam satu sistem pembayaran dan pembaruan. Seluruh aplikasi berada dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Apple juga menambahkan akses ke konten premium dan fitur berbasis kecerdasan buatan dalam layanan ini. Fitur tersebut dirancang untuk membantu kreator mempercepat alur kerja, meningkatkan efisiensi, dan menyederhanakan proses produksi. Penerapan kecerdasan buatan difokuskan pada peningkatan produktivitas, seperti pengelolaan media, pengolahan audio, dan penyempurnaan visual, tanpa mengubah karakter utama aplikasi yang telah dikenal luas.
Dari sisi harga, Apple menetapkan biaya langganan Apple Creator Studio sebesar 12,99 dolar Amerika Serikat per bulan atau 129 dolar Amerika Serikat per tahun untuk paket reguler. Selain itu, tersedia harga khusus bagi pelajar dan tenaga pendidik, yaitu 2,99 dolar Amerika Serikat per bulan atau 29,99 dolar Amerika Serikat per tahun. Skema ini ditujukan untuk menurunkan hambatan biaya awal, terutama bagi kreator muda dan mahasiswa.
Jika dikonversikan ke rupiah dengan menggunakan kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah pada pertengahan Januari 2026, sekitar Rp16.900 per dolar AS, biaya langganan reguler bulanan berada di kisaran Rp219.000 per bulan. Untuk paket tahunan reguler, biayanya sekitar Rp2,18 juta per tahun. Sementara itu, paket pelajar berada di kisaran Rp50.000 per bulan atau sekitar Rp506.000 per tahun. Nilai tersebut merupakan perkiraan dan dapat berubah sesuai kurs yang diterapkan oleh bank atau penyedia layanan pembayaran.
Apple juga menawarkan masa uji coba gratis selama satu bulan bagi pelanggan baru. Untuk pembeli perangkat Mac atau model iPad tertentu, masa uji coba tersebut dapat diperpanjang hingga tiga bulan. Selain itu, Apple Creator Studio mendukung fitur berbagi keluarga, sehingga satu langganan dapat digunakan oleh hingga enam orang anggota keluarga dengan akun terpisah. Skema ini memungkinkan efisiensi biaya bagi rumah tangga atau tim kecil.
Meski memperkenalkan paket langganan, Apple tetap mempertahankan opsi pembelian satu kali untuk masing-masing aplikasi profesional. Pendekatan ini memberi kebebasan bagi pengguna yang hanya membutuhkan satu aplikasi tertentu dan ingin menggunakannya dalam jangka panjang tanpa terikat biaya bulanan. Apple Creator Studio diposisikan sebagai alternatif bagi kreator yang membutuhkan banyak alat sekaligus dan menginginkan pembaruan rutin.
Peluncuran Apple Creator Studio juga mencerminkan perubahan tren di industri perangkat lunak kreatif global. Model langganan semakin dominan karena memberikan fleksibilitas biaya dan akses pembaruan berkelanjutan. Apple tampaknya ingin memastikan ekosistem kreatifnya tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Di Indonesia, kehadiran Apple Creator Studio berpotensi menarik perhatian kreator konten digital yang terus bertumbuh. Biaya perangkat lunak profesional selama ini sering menjadi salah satu kendala utama dalam memulai atau mengembangkan karya. Dengan satu paket terintegrasi, akses terhadap alat kreatif profesional menjadi lebih terbuka bagi berbagai kalangan.
Apple Creator Studio dijadwalkan tersedia melalui App Store mulai akhir Januari 2026. Kehadirannya menandai langkah baru Apple dalam menyederhanakan akses perangkat lunak kreatif sekaligus memperkuat posisi layanan digitalnya.
Catatan untuk Pembaca
Seluruh konversi harga ke rupiah dalam artikel ini merupakan perkiraan berdasarkan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah pada saat penulisan. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan kebijakan perbankan. Pembaca disarankan untuk memeriksa kurs terkini melalui bank atau layanan pembayaran sebelum melakukan pembelian.
